Let's join to open trip program
pendaki wanita indonesia

Travelustory

GO OUT & EXPLORE!

People getting engaged, married, and having babies
I'm like... What places I'am going to the next?

Tales From The Borders

Siang itu, cuaca cukup cerah. Setelah menaruh barang-barang di dalam rumah kayu, saya dan teman-teman memutuskan untuk mulai mengeksplore daerah sekitar campsite. Mulai dari danau, hutan, hingga ke perbatasan Belgia. Berenang merasakan sejuknya air danau, blusuk'an di hutan memetik buah-buah wild berry, berjalan keluar masuk hutan mengikuti jalur hiking yang tertera di peta, sampai akhirnya tiba di pinggiran negara Belanda yang berupa areal ladang sayuran. Di tepi ladang kol tersebut terdapat sungai kecil siring; bahasa jawa nya, hehehe) dengan jembatan putih diatasnya, yang ternyata merupakan batas negara Belanda-Belgia. Di samping jembatan terdapat sebuah tugu setinggi 1 meter berwarna putih, yang merupakan tugu border, dan di sisi satunya terdapat sebuah patung berbentuk klompen (sepatu khas Belanda) yang terbuat dari kayu. Dan setelah saya perhatikan, terlihat sebuah tanda yang lumayan mencolok di aspal jalan yang melintasi sungai kecil tersebut. Terlihat aspal bagian Belanda berwarna lebih terang dari aspal di bagian Belgia yang berwarna lebih gelap dan bertekstur kasar.

Well, jadi sekarang saya tahu, dimana garis pembatas itu berada saat melihat perbedaan aspal tersebut. Di sebelah border ini terdapat sebuah desa kecil bernama Aarle, yang merupakan wilayah dari Ravels - Belgium. Tujuan kami ke Aarle untuk apa? Selain mau merasakan sensasi menyeberangi batas negara dengan berjalan kaki, kami juga iseng-iseng mencari tukang es krim! Hehehe.... maklumlah, perjalanan sejauh 3,8km di cuaca panas membuat sebuah kata 'es krim' terdengar begitu menggiurkan. Luckily, kami menemukan sebuah cafe kecil di dekat border, yang ternyata juga menjual homemade gelato. Jadilah hari itu kami nyebrang ke Belgia demi gelato, hehehe....Melangkahi border Belgia, sudah. Kini saatnya melangkahi border Jerman! Hari ini di penghujung bulan Agustus, saya dan Vania memutuskan untuk nyebrang ke Jerman melalui Venlo, sebuah kota di provinsi Noord-Brabant - Belanda. Dari Rotterdam, naik kereta selama 2 jam, kemudian lanjut jalan kaki sejauh 7,8km ke arah timur menuju sebuah desa kecil bernama Am Wittsee di Jerman. Well, sebetulnya kami bisa saja naik bus, tapi memang dasarnya otak bolang, saya memilih berjalan kaki selama 1,5jam demi mencapai sebuah danau di Am Wittsee ini. Bukannya apa, saya memang lebih suka berjalan kaki menikmati setiap medan dan pemandangan sepanjang jalan, daripada duduk anteng di dalam bus, kurang gereget rasanya.

(Nantikan kisah-kisah Tales From The Borders selengkapnya dalam sebuah karya tulisku.)

Travelustory

"Life is too short... So live it to the fullest, do what you want to do, no matter the consequences and just enjoy the time while it last!!"

"She writes her travel stories to share and inspire people to be brave and eager to travel. The world is too big for you to just stay in one place. Go out and explore!"

Logo Kecil Travelust

©2018 travelustory Designed by KominBanana. All Rights Reserved

Jl. Uluwatu, No.02, Kelan - Tuban-Bali
Email: admin@travelustory.id