Let's join to open trip program
pendaki wanita indonesia

Travelustory

GO OUT & EXPLORE!

People getting engaged, married, and having babies
I'm like... What places I'am going to the next?

South East Asia

Menjadi orang Indonesia yang sebelumnya kurang begitu mengeksplore Nusantara, membuat saya kadang merasa inferior saat bertemu warga negara asing yang dengan fasih menceritakan setiap jengkal keindahan alam Indonesia. Maka, sejak kembali ke Indonesia beberapa bulan lalu, saya bertekad dalam hati untuk lebih banyak menjelajahi kepulauan Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Story of My Journeys

Thailand-Phi-phi Island

Sepanjang perjalanan, laut mulai berubah warna. Dari biru keruh ke biru dongker, kemudian berganti warna ke biru terang hingga akhirnya ke warna paling indah, Turquoise, saat mulai memasuki kawasan Phi-phi island. Bukit2 Limestone pun mulai bermunculan dari permukaan laut. Makin lama makin banyak hingga membentuk sebuah kelompok pegunungan limestone yang tak lain adalah kawasan Koh Phi-phi Ley. ‘Koh’ berarti ‘pulau’ dalan bahasa Thai. Sedangkan Phi-phi Island sendiri terbagi menjadi dua wilayah: Koh Phi-phi Ley dan Koh Phi-phi Don. Phi-phi Ley adalah gugusan pulau yang tidak berpenghuni, dimana terdapat Maya Bay, sebuah laguna cantik yang pernah dipakai untuk syuting film ‘The Beach’ nya Leonardo Di Caprio. Sedangkan Phi-phi Don adalah pulau yang berpenghuni, dimana terdapat perkampungan, hotel2, resort, dan penginapan. Koh Phi-phi Don selalu ramai oleh para wisatawan yang ingin menghabiskan waktu liburan di Phi-phi.

Boat kami perlahan-lahan melintasi gunung2 batu kapur / limestone indah. Kemudian melewati Maya Bay yang tersohor itu, namun sayang paket tour yang kami ikuti tidak menyediakan program untuk mampir ke Maya Bay; tempat syuting nya si ganteng Leo di Caprio. Hiks… alhasil kami hanya mampu mengagumi keindahannya dari jauh saja. Kemudian kami diajak melewati Viking Cave, sebuah goa2 dibawah gunung batu yang terbentuk akibat kikisan air. Konon goa itu disebut Viking Cave karena terdapat lukisan kapal Viking di dinding goa yang kini menjadi sarang ribuan burung wallet itu.

Vietnam-Saigon

Pertama-tama kami diajak menyusuri hutan bambu menuju sebuah pendopo berisi jejeran kursi dan layar lebar. Kami menonton film dokumenter singkat yang bercerita tentang sejarah perang Vietnam dan asal muasal terowongan Cu Chi dibuat. Setelah itu kami diajak menyusuri jalur terowongan dengan diameter tidak sampai 1 meter. Panjang terowongan itu hanya sekitar 20-50m, dengan penerangan lampu temaram didalamnya. Kami sudah diperingatkan sebelumnya, jika memiliki penyakit claustrophobia (rasa takut pada ruang sempit) sebaiknya jangan mencoba ikut trek ini. Karena terowongan ini sangat sempit dan pengap. Kami hanya bisa berjalan jongkok sepanjang trek. Saya yang awalnya santai-santai saja jalan jongkok separuh perjalanan, mulai merasa kehabisan oksigen dan panik!! Wow…. Jadi begini ya rasanya takut dalam ruang sempit? Sumpah beneran nggak nyaman deh, secara harus jalan dengan jongkok gitu didalam terowongan sempit pengap, plus nggak ada pemandangan lain didepan selain pantat teman, dan nengok kebelakang pun mata ini bersiborok dengan wajah hitam seorang wisatawan India! Alamaaak…. Panik lah aku minta keluar terowongan segera.

Indonesia (Visited)

Singapura (Visited)

Malaysia (Visited)

Thailand (Visited)

Vietnam (Visited)

Travelustory

"Life is too short... So live it to the fullest, do what you want to do, no matter the consequences and just enjoy the time while it last!!"

"She writes her travel stories to share and inspire people to be brave and eager to travel. The world is too big for you to just stay in one place. Go out and explore!"

Logo Kecil Travelust

©2018 travelustory Designed by KominBanana. All Rights Reserved

Jl. Uluwatu, No.02, Kelan - Tuban-Bali
Email: admin@travelustory.id