Let's join to open trip program
pendaki wanita indonesia

Travelustory

GO OUT & EXPLORE!

People getting engaged, married, and having babies
I'm like... What places I'am going to the next?

Netherlands

Menyusuri kanal-kanal cantik dengan rumah-rumah tua khas Belanda di kanan kiri nya membuat saya terlena. Memang paling pas mengunjungi tempat ini saat summer, dimana rerumputan dan pepohonan telah rimbun menghijau, serta bunga-bunga cantik menjuntai anggun dari teras rumah dan jembatan. Suasana hari itu ramai oleh sampan dan boat yang hilir mudik di setiap jalur kanal. Mulai dari canoe, sampan tradisional, hingga motor boat seliweran di sepanjang kanal Giethoorn. Sang guide sekaligus supir boat dengan gamblang menceritakan sejarah dan detail setiap sudut tempat yang kami lewati. Ternyata warga Giethoorn tidak bisa dengan seenaknya membangun rumah dengan model macam-macam disini.

Berdasarkan ketetapan dinas tata kota, rumah-rumah yang dibangun di Giethoorn haruslah berciri tradisional, dan dibangun dengan dua material yaitu batu bata untuk rumah bagian depannya (brick house) dan kayu di bagian belakangnya wooden house). Dan warna rumah pun tidak jauh dari nuansa hijau tua, coklat gelap, atau putih. Katanya, itu sudah menjadi standard ketetapan membangun rumah di daerah ini guna mempertahankan citra Giethoorn itu sendiri. Ada lagi yang unik dari rumah-rumah di Giethoorn ini. Di beberapa rumah, khususnya yang sudah berusia sangat tua, masih ditemukan sebuah pintu depan berwarna hijau tua yang dibuat lebih tinggi sekitar 30cm dari permukaan tanah. Saya pikir tadinya, apakah penghuni rumahnya harus selalu lompat setiap kali mau keluar rumah? Apa tidak kesusahan juga nanti saat mau masuk ke rumah? Namun perkiraan saya tersebut salah, hehe… Sang guide menjelaskan bahwa pintu utama yang merupakan pintu ruang tamu tersebut hanya digunakan dalam 2 moment penting saja. Yaitu saat salah seorang anak gadis penghuni rumah telah menikah, dan secara harfiah diartikan akan pergi selamanya mengikuti suaminya, maka dia harus keluar rumah melalui pintu itu setelah upacara pernikahan. Moment yang kedua adalah jika salah seorang anggota keluarga penghuni rumah itu ada yang meninggal, yang artinya akan meninggalkan rumah itu selamanya, maka peti matinya akan dibawa keluar melalui pintu itu juga.

(Nantikan kisah-kisah Netherlands selanjutnya dalam sebuah karya tulisku.)

Travelustory

"Life is too short... So live it to the fullest, do what you want to do, no matter the consequences and just enjoy the time while it last!!"

"She writes her travel stories to share and inspire people to be brave and eager to travel. The world is too big for you to just stay in one place. Go out and explore!"

Logo Kecil Travelust

©2018 travelustory Designed by KominBanana. All Rights Reserved

Jl. Uluwatu, No.02, Kelan - Tuban-Bali
Email: admin@travelustory.id